<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578</id><updated>2012-02-16T18:48:01.011-08:00</updated><title type='text'>bersama Zaim mari Berfikir Lepas</title><subtitle type='html'>Sapere Aude, demikian tema situs saya, Istilah ini berasal dari Filosof Immanuel Kant, yang berarti Berani Berfikir sendiri, Istilah ini digunakan ketika muncul sebuah semangat zaman, semangat akan rasio yang menjadi subjek kesadaran kita. dimana sebelumnya Rasio dibelenggu oleh otoritas dan doktrin doktrin Agama. Mari kita rawat KEWARASAN Ruang Publik dengan cara Sapere Aude (berani berfikir sendiri)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-6733125433826625456</id><published>2008-01-18T04:57:00.000-08:00</published><updated>2008-01-18T05:07:53.436-08:00</updated><title type='text'>Suharto, Tempe, Malikat dan Doa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b style=""&gt;Oleh: M. Zaim Nugroho&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyaksikan berita di terlevisi akhir akhir ini penuh dengan berita tentang dirawatnya jendral besar Suharto mantan presiden &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Berita ini tentu saja membuat perhatian banyak kalangan, dari mulai pejabat, Artis,dan Bupati silih berganti berdatangan menjenguk orang nomor satu tersebut. Pengajian dan doa pun digelar dimana mana,untuk mendoakan mantan presiden nomor satu tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Beda dengan kasus bunuh dirinya slamet, seorang pedagang gorengan di Pasar Badak Pandeglang Banten yang terpaksa mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Ia tak tahan dengan tekanan hajat hidup yang semakin berat. Sebagai pedagang kecil pendapatannya terus menurun, sementara minyak tanah semakin sulit didapat dan harganya terus naik. Ditambah melonjaknya harga bahan-bahan pokok dagangannya: &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;tempe&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, tepung terigu, tepung tapioka, sayuran dan minyak goreng.. Doa bagi selamet pun jarang terdengar sama sekali,mungkin Rakyat kita lebih sibuk mendoakan orang yang sudah tua itu dengan mendoakan keselamatan bangsa yang mulai diancam oleh rongrongan kapitalisme global.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suharto dan tempe merupakan dua makhluk yang berlainan, Suharto bagi kalangan akitivis HAM adalah makhluk yang “predator”, dengan kebijakanya dia membunuh banyak manusia, terutama orang orang yang dianggap bersebrangan dengan kepemimpinanya. Sedangkan &lt;st1:city st="on"&gt;tempe&lt;/st1:City&gt; terbuat dari Kedelai, &lt;st1:city st="on"&gt;tempe&lt;/st1:City&gt; merupakan makanan lauk pauk yang paling banyak di konsumsi masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Tempe&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; terbuat dari kedelai yang kebanyakan diimpor dari Amerika serikat dan Kanada.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Isu Suharto adalah sangat menarik karena dia adalah mantan orang nomor satu di negeri ini, tapi ada selubung idiolgi disana, beberapa media kita yang sebagain besar sahamnya adalah milik keluarga cendana, pemberitaanya pun selalu normatif dan seolah ada pengiringan opini dikalangan berita tersebut agar suharto di maafkan, mereka (media) sadar bangsa kita adalah bangsa yang latah, pelupa, sehingga kasus kasus hukum mantan orang nomor satu tersebut agar dimaafkan. Mereka(media) tidak akan mengekpose secara berlebih berita tentang kematian selamet, pedagang gorengan yang gantung diri akibat kebijakan pemerintah yang membuka pasar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;tampa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; mempersiapkan rakyatnya secara matang. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; berita yang menarik yang saya baca, Ustad mansur, seorang ustad yang sedang kondang mendoakan suharto dan menitipkan wirid hismullahiladzim kepada keluarga Soeharto, menurutnya Hismullahiladzim berasal dari salah satu ayat Alquran dan jika dibaca maka Allah akan menurunkan 70.000 malaikat.. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;doa tersebut menurut saya adalah doa pesanan, doa yang diminta oleh keluarga yang banyak duit, saya kira Selamet yang gantung diri pun sangat ingin di doakan seperti Suharto, tapi karena buat makan saja sulit apalagi membayar doa kepada Ustad mansur, jadi malaikat pun datang kalau ada pesanan. Bagi seorang Slamet atau yang lainya, mereka sangat jauh dari mailkat, paling malaikat yang ada di kedua tanganya, tidak sperti Suharto yang sekarang lagi di kawal oleh 70.000 malaikat.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kenaikan &lt;st1:city st="on"&gt;tempe&lt;/st1:City&gt; dan kelangkaan minyak tanah akhir akhir ini sangat memberatkan rakyat, saya kira lebih baik dan bijiak kalau kita semua berdoa untuk keselamatan bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;agar terhindar dari ganasnya system pasar bebas ketimbang mendoakan seorang yang sudah tua, yang sudah selayaknya menghadap Tuhan. Dan kita undang jutaan malakat untuk menemani dan mendoakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;rakyat Indonesia.agar terhindar dari musibah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-6733125433826625456?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/6733125433826625456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=6733125433826625456&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/6733125433826625456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/6733125433826625456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2008/01/suharto-tempe-malikat-dan-doa.html' title='Suharto, Tempe, Malikat dan Doa'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-258406254792429655</id><published>2008-01-04T00:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T00:33:40.025-08:00</updated><title type='text'>Menatap kebebasan beragama di Indonesia</title><content type='html'>Oleh : M. Zaim Nugroho &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tatapan kita kedepan akan kebebasan beragama nampak dipenuhi kabut, kabut itu makin pekat ketika beberapa waktu yang lalu “pembuat Fatwa” meminta tambahan dana dari penguasa negeri ini menjadi 18 trilyun yang sebelumnya 16 trilyun, angka yang menurut saya cukup fantastis bagi pembuat fatwa swasta tersebut, jika saja jumlah pundi pundi tersebut digunakan untuk pemberdayaan fakir miskin mungkin akan sangat membantu negara ini dari kesulitan ekonomi.&lt;br /&gt;Menatap kebebasan beragama kedepan mungkin akan lebih suram lagi jika fatwa fatwa yang membelenggu itu terus di produksi, fatwa itu hanya membikin keresahan dan penjustifikasian akan kekerasan yang dilandasi masalah agama, tengoklah fatwa sesat terhadap kelompok ahmadiyah yang berujung pada pengrusakan fasilitas ibadah diberbagai daerah diindonesia, di parung  kampus Ahmadiyah di rusak, di kuningan, komunitas ahmadiyah diusir dan rumah ibadahnya dibakar, di lombok, komunitas ahmadiyah meminta suaka politik kepada nergara selandia baru gara gara rumah mereka dibakar, dirusak. &lt;br /&gt;Sama seperti kelompok ahmadiyah, komuniatas jemaat Lia aminudin juga mengalami nasib yang tidak jauh berbeda, ketua jemaatnya, Lia aminudin masuk jeruji besi lantaran dikenai pasal tentang penodaan agama, lainya, ketua jemaat al qiyadah, Abdul somad akhirnya tobat didepan polisi dan kejaksaan setelah berdebat panjang dengan KH. Said Aqil Siraj.&lt;br /&gt;Negara ini adalah negara yang berlandaskan bhineka tunggal ika, negara yang kaya akan ragam budaya, agama, suku, warna kulit, bahasa, negara ini akan sulit dalam hal toleransi  jika pengambil kebijakan di negeri ini masih memberikan pundi pundi yang sangat tidak efisien bagi pembuat fatwa tersebut, jika saja pembuat fatwa sesat tersebut di bubuarkan, mungkin negara ini akan jauh lebih bermartabat dan lebih netral, negara sejatinya bukanlah memikirkan keyakinan seseorang atau kelompok sebab masalah keyakinan adalah masalah privat, negara sama sekali tidak berhak atas apapun dalam masalah keyakinan. Masih layak jikalau penguasa negeri ini mengurusi dan memikirkan masalah pencaplokan budaya kita oleh Negeri jiran beberapa waktu yang lalu dari pada mengurusi dan memikirkan keyakinan rakyatnya.&lt;br /&gt;Tatapan saya mudah mudahan keliru, mudah mudahan tatapan saya kali ini salah demi masa depan kebebasan beragama, kebebasan yang akan memerdekakan kita dan kalian semua dari semua belenggu penidasan dan interfensi apapun terhadap akal dan pendapat kita, sapere Aude.....! ujar Imanuel kant ketika menatap modernitas dan kebebasan di negeri Prusia sana. &lt;br /&gt;Tatapan ”pembuat fatwa”  pastilah akan sangat berbeda dengan saya, mereka mungkin ingin sekali masyrakat indonesia tunduk atas titah yang mereka buat, sehingga pembuat kebijakan pun dibuat gagu terhadap fatwa fatwanya. Negara ini mungkin masih sakit, masih jauh dari akal budi, akal budi kita masih diliputi oleh kecurigaan dan prasangka yang terus di produksi demi keangkuhan mereka sebagai mayoritas.&lt;br /&gt;Sepertinya orang seperti saya harus siap siap meratapi nasib kebebasan beragama yang masih di selimuti kabut gelap, kabut hitam pekat itu sampai sapai tidak bisa menerangi jalan saya untuk melangkah, hanya lampu pencerahan yang sajalah yang bisa menerangi saya dari kabut gelap tersebut. Lampu tersebut masih jarang dimiliki oleh bangsa ini. Saya jadi teringat tatapan jhon Lennon tentang kebebasan di dunia, dalan syairnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imagine there’s  no heaven its esasy if you try&lt;br /&gt;No hell below us above us only sky&lt;br /&gt;Imagine all the people living for today&lt;br /&gt;You may say I’m a dreamer&lt;br /&gt;But I’m not the only one&lt;br /&gt;I hope someday you join us&lt;br /&gt;And the world will be as one&lt;br /&gt;Imagine there’s no contries..&lt;br /&gt;Its’n  hard to do&lt;br /&gt;Nothing kill and die for&lt;br /&gt;And no religion too&lt;br /&gt;Imagine all the people&lt;br /&gt;Living life in peace&lt;br /&gt;Imagine no possessions&lt;br /&gt;I wonder if you can&lt;br /&gt;No need for greed or hunger&lt;br /&gt;A brotherhood of man&lt;br /&gt;Imagine all the people&lt;br /&gt;Sharing all the world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan tiada sorga, gampang kalau kaucoba saja,&lt;br /&gt;tiada neraka di bawah jita, di atas hanya ada langit.&lt;br /&gt;Bayangkan semua orang hidup untuk hari ini,&lt;br /&gt;.mungkin kaubilang aku mimpi, tetapi saya tidak sendirian,&lt;br /&gt;Kuharap suatu hari kau juga akan ikut, dan dunia ini akan menjadi satu.&lt;br /&gt;Bayangkan tiada negara-negara, tidak sulit dilakukan,&lt;br /&gt;tiada yang untuknya kita harus membunuh atau mati,&lt;br /&gt;tiada agama juga; bayangkan semua orang hidup berdamai.&lt;br /&gt;Bayangkan tiada harta, saya heran kalau kau bisa,&lt;br /&gt;Tiada alasan untuk kecemburuan dan kelaparan,&lt;br /&gt;persaudaraan antara manusia! Bayangkan, semua orang membagi seluruh dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-258406254792429655?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/258406254792429655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=258406254792429655&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/258406254792429655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/258406254792429655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2008/01/menatap-kebebasan-beragama-di-indonesia.html' title='Menatap kebebasan beragama di Indonesia'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-3827510537816743961</id><published>2007-12-30T01:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T01:22:58.547-08:00</updated><title type='text'>Nota Buat Adian Husaini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Oleh Ruzbihan Hamazani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian Husaini adalah salah satu penulis yang sangat digemari banyak&lt;br /&gt;kalangan Islam. Ia menulis rutin setiap minggu di Majalah&lt;br /&gt;Hidayatullah. Kolom-kolom mingguannya dibahas di Radio Dakta. Sebagai&lt;br /&gt;bekas wartawan, ia memang memiliki ketrampilan menulis yang cukup&lt;br /&gt;baik, enak dibaca, dan renyah. Kelemahan Adian hanya satu: sering&lt;br /&gt;memeragakan logika yang janggal. Ala kulli hal, salut untuk Adian Husaini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, ia menulis sebuah kolom di situs Hidayatullah,&lt;br /&gt;"Mitos-Mitos tentang Perayaan Natal Bersama". Tulisan ini beredar di&lt;br /&gt;banyak milis. Dalam tulisannya itu, ia mengkritik Prof. Din Syamsuddin&lt;br /&gt;yang menghadiri Perayaan Natal Bersama. Tulisan pendek ini ingin&lt;br /&gt;sekedar memberikan catatan pada kolomnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh kerukunan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mulai dengan hal yang sederhana. Adian mengenalkan dirinya&lt;br /&gt;di ujung tulisan sebagai Wakil Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama&lt;br /&gt;MUI Pusat. Saya berteriak dalam hati: What? Bagaimana orang seperti&lt;br /&gt;Adian menjadi seorang pejabat penting di MUI pusat untuk mengurus soal&lt;br /&gt;kerukunan umat beragama? Apakah saya tak salah? Apakah kata&lt;br /&gt;"kerukunan" mempunyai arti lain di sini? Kata "kerukunan" berasal dari&lt;br /&gt;akar kata "rukun" yang artinya kira-kira laras, harmonis, serasi,&lt;br /&gt;damai, dsb. Kata rukun berlawanan dengan sejumlah kata lain: tengkar,&lt;br /&gt;cekcok, curiga, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya, tulisan-tulisan Adian Husaini selama ini penuh dengan&lt;br /&gt;rasa curiga pada agama lain, terutama Kristen, nyinyir pada&lt;br /&gt;kelompok-kelompok Islam yang memperjuangkan dialog antaragama dan&lt;br /&gt;pluralisme, dst. Dia dulu juga pernah menjadi salah satu pengurus&lt;br /&gt;Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), lembaga Islam yang kita kenal&lt;br /&gt;membenci orang Kristen, dan selalu dengan mudah menuduh pihak "lawan&lt;br /&gt;debat" dengan istilah antek Yahudi (seperti terjadi pada Cak Nur).&lt;br /&gt;Bagaimana orang dengan rekam jejak seperti ini diserahi tugas untuk&lt;br /&gt;mengurus kerukunan antar umat beragama? Apakah ini tidak sama dengan&lt;br /&gt;meminta seorang koruptor menjadi anggota KPK? Apakah mungkin sapu&lt;br /&gt;kotor membersihkan lantai? Bukankah faqid al-shai' la yu'thihi, kata&lt;br /&gt;pepatah Arab (orang yang tak punya sesuatu, tak akan bisa memberikan&lt;br /&gt;sesuatu itu)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada tulisan Adian soal mitos-mitos perayaan Natal bersama itu&lt;br /&gt;sendiri, seperti anda bisa baca, kuat sekali diwarnai dengan nada&lt;br /&gt;eksklusivisme, curiga pada kelompok lain, dan sama sekali antidialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika MUI memang benar-benar memiliki komitmen untuk membangun&lt;br /&gt;kerukunan antaragama di Indonesia, tampaknya lembaga itu perlu&lt;br /&gt;berpikir ulang untuk mempertahankan Adian Husaini dalam komisi&lt;br /&gt;kerukunan tersebut. Alih-alih memperjuangkan kerukunan, orang seperti&lt;br /&gt;Adian ini hanya akan mempertahankan kecurigaan dan kebencian. Kecuali&lt;br /&gt;jika MUI memang niatnya sejak awal adalah mendirikan Komisi Kecurigaan&lt;br /&gt;Umat Beragama. Jika benar demikian, tentu saya seratus persen&lt;br /&gt;mendukung Adian Husaini bertahan selama-lamanya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos Adian atau mitos sungguhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian mengemukakan sejumlah mitos di sekitar perayaan natal bersama&lt;br /&gt;(PNB). Sekarang marilah kita memeriksa satu per satu mitos-mitos yang&lt;br /&gt;dikemukakan oleh Adian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dia mengatakan bahwa ada mitos tentang keharusan mengikuti&lt;br /&gt;PNB. "Mitos ini seperti sudah begitu berurat berakar, bahwa PNB adalah&lt;br /&gt;enak dan perlu," ujarnya. Saya sungguh tak tahu, dari manakah Adian&lt;br /&gt;memetik mitos ini: Apakah dari pohon mangga di belakang rumahnya, atau&lt;br /&gt;dari kebun milik temannya? Tak ada seorang pun mewajibkan ikut&lt;br /&gt;perayaan Natal bersama. Orang boleh ikut, boleh tidak. Tak ada&lt;br /&gt;undang-udang yang mengharuskan, juga tak ada kewajiban sosial untuk&lt;br /&gt;melakukannya. Teman-teman saya yang beragama Kristen sama sekali&lt;br /&gt;mengerti jika saya tak ikut perayaan Natal, karena khawatir dianggap&lt;br /&gt;memaksakan iman. Tetangga saya yang Kristen yang hampir setiap tahun&lt;br /&gt;mengucapkan Selamat Idul Fitri tak pernah meminta "balas jasa" kepada&lt;br /&gt;saya untuk mengucapkan Selamat Natal setiap bulan Desember tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dari mana Adian dengan begitu cemerlangnya menemukan mitos ini?&lt;br /&gt;Jika mitos ini benar-benar ada, tentu Adian layak mendapat&lt;br /&gt;pernghargaan yang setinggi-tingginya atas penemuan yang cerdas ini.&lt;br /&gt;Mungkin ia layak dimasukkan di musium rekor Indonesia (MURI). Yang&lt;br /&gt;sungguh menakjubkan, Adian mengatakan bahwa mitos ini telah berurat&lt;br /&gt;berakar dalam masyarakat. Saya tak tahu, masyarakat mana yang sedang&lt;br /&gt;dibicarakan Adian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Perayaan Natal Bersama sebetulnya mudah ditelusuri&lt;br /&gt;asal-usulnya. Masyarakat kita mengenal adat-bertetangga yang bentuknya&lt;br /&gt;macam-macam. Kalau anda hidup di desa, adalah hal yang lumrah jika&lt;br /&gt;tetangga anda sedang punya perhelatan, anda diundang untuk datang&lt;br /&gt;dalam acara itu. Adat seperti ini berlaku tanpa mengenal perbedaan&lt;br /&gt;agama. Kalau tetangga saya yang Kristen sedang "mantu" dia akan&lt;br /&gt;mengundang saya. Saat saya mengadakan pertemuan RT di rumah yang&lt;br /&gt;kadang disertai dengan membaca ratib, barzanji atau yasinan, saya juga&lt;br /&gt;akan mengudang tetangga saya yang Kristen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat ini yang kemudian diteruskan pada tingkat yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Saat Idul Fitri, umat Islam mengadakan acara halal bihalal di kantor&lt;br /&gt;atau perusahaan tempat mereka kerja. Tentu tak enak kalau acara ini&lt;br /&gt;hanya dihadiri karyawan yang Muslim saja. Lalu, diundanglah karyawan&lt;br /&gt;lain yang beragama Kristen. Bagus. Rukun. Begitu juga sebaliknya, saat&lt;br /&gt;Natal tiba, karyawan yang Kristen mengadakan natalan. Yang Muslim&lt;br /&gt;diundang pula. Ini berlaku pula untuk agama-agama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ini dilanjutkan pada level kenegaraan. Karena negara kita&lt;br /&gt;bukan hanya milik orang Islam saja, tetapi milik semuanya, maka setiap&lt;br /&gt;ada hari raya agama tertentu, diadakanlah upacara. Ada halal bihalal,&lt;br /&gt;mauludan, rajaban, dst. Ada acara natalan, waisakan, nyepi, imlek,&lt;br /&gt;dst. Tentu sudah selayaknya jika pejabat publik yang menjadi milik&lt;br /&gt;semua bangsa Indonesia datang dalam acara-acara seperti itu. Kalau&lt;br /&gt;presiden dikritik karena mendatangi acara natalan, padahal dia seorang&lt;br /&gt;Muslim, maka hanya ada dua kemungkinan: mungkin si pengkritik itu&lt;br /&gt;adalah orang a-sosial yang tak mengerti adat bertetangga dalam&lt;br /&gt;masyarakat, orang kuper yang hanya tahu dirinya sendiri saja; atau dia&lt;br /&gt;sedang terkena "sihir" ideologi tertentu yang membuatnya berpikir aneh&lt;br /&gt;seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos kedua yang disebut oleh Adian adalah bahwa PNB adalah sarana&lt;br /&gt;untuk memupuk kerukunan antar umat beragama. Nada tulisan Adian ingin&lt;br /&gt;menggiring kita untuk percaya bahwa PNB sama sekali tak akan memupuk&lt;br /&gt;kerukunan. Saya tak tahu, apakah Adian juga menghendaki agar kita&lt;br /&gt;percaya bahwa bukan hanya tak memupuk kerukunan, tetapi PNB bisa&lt;br /&gt;menimbulkan pertikaian antar agama? Kalau yang terakhir ini benar,&lt;br /&gt;saya tak tahu lagi, sistem logika mana yang dipakai oleh anggota&lt;br /&gt;Komisi "Kerukunan" ini. Maksud saya tentu kerukunan dalam tanda kutip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu jalan untuk memupuk kerukunan banyak sekali, antara lain lewat&lt;br /&gt;pertukaran kunjungan saat hari raya. Kalau kita kembali ke contoh&lt;br /&gt;mikro dalam kehidupan sehari-hari, maka saya akan mengatakan bahwa ada&lt;br /&gt;banyak cara yang bisa saya tempuh untuk menjadi tetangga yang baik&lt;br /&gt;bagi tetangga saya yang beragama Kristen, Budha, Konghucu, atau&lt;br /&gt;lainnya. Cara itu meliputi banyak hal. Misalnya: kalau tetangga saya&lt;br /&gt;sedang selamatan untuk promosi jabatan baru, saya akan datang. Kalau&lt;br /&gt;saya mengadakan selamatan walimatus safar untuk pergi haji, dia saya&lt;br /&gt;undang. Begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga berlaku pada level kenegaraan. Sudah tentu, jika presiden&lt;br /&gt;atau menteri yang beragama Muslim datang dalam acara natalan,&lt;br /&gt;masyarakat Kristen akan merasa lega, sebagaimana saya akan lega jika&lt;br /&gt;melihat tokoh Kristen datang ke acara-acara Islam. Sebagaimana umat&lt;br /&gt;Islam di Amerika merasa senang saat Presiden Bush mengadakan ifthar&lt;br /&gt;atau buka bersama di Gedung Putih, begitu pula umat Kristen di&lt;br /&gt;Indonesia akan merasa senang jika Pak Presiden yang Muslim dan berpeci&lt;br /&gt;datang di acara natalan. Inilah yang dalam studi-studi mengenai&lt;br /&gt;multikulturalisme disebut sebagai "the politics of recognition" ,&lt;br /&gt;politik pengakuan. Apakah kita akan mengatakan kepada Presiden Bush&lt;br /&gt;bahwa anda salah melakukan buka bersama di Gedung Putih, sebab itu&lt;br /&gt;sama saja anda mengakui kebenaran agama Islam? Inikah logika yang&lt;br /&gt;hendak dipakai oleh Pak Wakil Komisi Kerukunan MUI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam politik pengakuan, simbol dan budaya memainkan peran penting.&lt;br /&gt;Begitu pula Simbol memainkan peran yang sangat penting dalam&lt;br /&gt;masyarakat plural. Karena itu, tak salah, bahkan penting sekali&lt;br /&gt;memainkan simbol untuk memupuk kerukunan antaragama. Salah satu simbol&lt;br /&gt;yang sangat penting di mata masyarakat adalah simbol-simbol yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan agama. Upacara-upacara keagamaan memiliki makna yang&lt;br /&gt;penting. Dengan memainkan simbol ini secara tepat, kerukunan dalam&lt;br /&gt;masyarakat bisa dipupuk dan diperkokoh. Ini hal sederhana yang bisa&lt;br /&gt;diketahui oleh semua orang awam. Saya tak tahu, bagaimana seorang&lt;br /&gt;anggota Komisi Kerukunan MUI bisa tak mengerti hal yang simpel seperti&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian menyebut bahwa dalam PNB ditegaskan keyakinan Kristen tentang&lt;br /&gt;Yesus sebagai anak Tuhan. Pertanyaan awam yang harus diajukan adalah:&lt;br /&gt;Apakah jika seseorang datang ke perayaan Natal dengan sendirinya&lt;br /&gt;percaya pada doktrin dan akidah Kristen? Saat Presiden Bush mengadakan&lt;br /&gt;buka bersama di Gedung Putih, apakah dia serta merta percaya pada&lt;br /&gt;dasar akidah Islam yaitu tauhid/monoteisme? Saat tetangga saya yang&lt;br /&gt;Kristen datang ke rumah untuk menghadiri acara yasinan, apakah dia&lt;br /&gt;kemudian berubah iman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang Islam takut dengan histeris datang ke perayaan Natal&lt;br /&gt;karena khawatir "tertular" akidah Kristen, ini sungguh mengherankan:&lt;br /&gt;Betapa lemahnya akidah umat Islam? Di mana dakwah ulama selama ini?&lt;br /&gt;Apakah dakwah Islam gagal mencetak Muslim dengan akidah yang kokoh?&lt;br /&gt;Ataukah yang bermasalah sebetulnya para "elit" agama yang tak&lt;br /&gt;mempercayai kualitas iman umat Islam yang sebetulnya tak sekeropos&lt;br /&gt;yang mereka kira?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian juga menyebut sejumlah ayat dalam Injil serta dokumen Kristen&lt;br /&gt;tentang keselamatan tunggal melalui Yesus. Apakah Adian lupa bahwa&lt;br /&gt;dalam Islam juga ada doktrin serupa, bahwa agama satu-satunya yang&lt;br /&gt;benar adalah Islam (inna al-dina 'inda 'l-Lahi al-Islam)? Jadi di mana&lt;br /&gt;letak soalnya? Saat orang Kristen datang ke kantor Muhammdiyah atau&lt;br /&gt;PBNU untuk menghadiri acara keagamaan, tentu tidak dengan sendirinya&lt;br /&gt;ia meninggalkan doktrin keselamatan tunggal lewat Yesus dan&lt;br /&gt;mempercayai "keselamatan" lewat Islam. Dia datang sebagai bagian dari&lt;br /&gt;etiket sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kemudian ia dapat hikmah dari kehadirannya di acara itu,&lt;br /&gt;alhamdulillah. Begitu juga sebaliknya, kalau seorang Muslim datang ke&lt;br /&gt;acara natalan, dan mendapatkan hikmah dari acara di sana, tentu sangat&lt;br /&gt;baik. Bukankah tidak semua hal dalam Kristen salah dalam pandangan&lt;br /&gt;Islam? Banyak sekali ajaran kebenaran dalam agama Kristen. Bukankah&lt;br /&gt;"al-hikmah dhallat al-mu'min, ainama wajadaha akhadzaha"&lt;br /&gt;(kebijaksanaan adalah barang hilang milik seorang beriman; di manapun&lt;br /&gt;ia menjumpainya, sudah selayaknya ia memungutnya) ? Jadi apatah yang&lt;br /&gt;ditakutkan, wahai Adian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos ketiga: Adian menyebut bahwa dalam PNB, seorang Muslim hanya&lt;br /&gt;menghadiri upacara non-ritual. Menurut Adian, ini adalah mitos.&lt;br /&gt;Seorang yang menghadiri natalan sekaligus menghadiri upacara ibadah&lt;br /&gt;atau misa. Alasan yang dikemukakan Adian sungguh menarik sekali: bahwa&lt;br /&gt;dalam Kristen tak ada beda yang tegas antara aspek ritual dan&lt;br /&gt;non-ritual. Definisi ibadah dalam Kristen berbeda-beda dari satu sekte&lt;br /&gt;ke sekte yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap diketahui, Adian bukanlah pakar mengenai agama Kristen. Jadi,&lt;br /&gt;apa yang ia katakan mengenai agama Kristen tak perlu didengarkan&lt;br /&gt;dengan serius. Kalau kita ingin tahu mengenai agama Kristen dan&lt;br /&gt;batas-batas antara aspek-aspek ritual dan non-ritual dalam acara&lt;br /&gt;natalan, sebaiknya tanya langsung kepada pakar Kristen. Sementara itu,&lt;br /&gt;kita ikuti saja cara berpikir anggota Komisi "Kerukunan" MUI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian mengutip pendapat Huston Smith, pakar mengenai perbandingan&lt;br /&gt;agama, seperti berikut ini: "Christianity, is basically a historical&lt;br /&gt;religion. It is founded not in abstract principles, but in concrete&lt;br /&gt;events, actual historical happenings." Saya tak tahu, apa kaitan&lt;br /&gt;antara kutipan ini dengan apa yang sedang ia bicarakan. Kutipan itu&lt;br /&gt;menegaskan bahwa Kristen adalah agama yang bersifat historis, bukan&lt;br /&gt;agama yang ditegakkan atas prinsip-prinsip abstrak. So? Apa kaitannya?&lt;br /&gt;Saya tahu apa yang mau dituju oleh Adian: karena agama Kristen adalah&lt;br /&gt;agama historis, maka dia akan menyesuaikan diri dengan perkembangan&lt;br /&gt;sejarah; tak mengenal doktrin dan ritual yang tetap, selalu berubah.&lt;br /&gt;Kalau benar ini yang dimaksud, saya ragu apakah benar semua hal dalam&lt;br /&gt;Kristen berubah terus. Dalam setiap agama, selalu ada aspek yang&lt;br /&gt;tetap, permanen, dan ada hal yang bisa diubah. Agama yang baik adalah&lt;br /&gt;yang bisa memainkan keseimbangan antara hal-hal yang permanen dan&lt;br /&gt;berubah. Seberapa jauh agama mampu menyesuaikan diri dengan&lt;br /&gt;perkembangan zaman, atau "aggiornamento" dalam istilah Katolik, sangat&lt;br /&gt;menentukan nasib agama itu. Secara umum, makin agama mampu berubah dan&lt;br /&gt;menyesuaikan diri, tanpa kehilangan jati diri tentunya, makin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah Adian mengutip dari Prof. Huston Smith, seorang&lt;br /&gt;sarjana yang memiliki simpati luar biasa pada Islam, juga pada&lt;br /&gt;agama-agama yang lain. Buku Smith, "The World's Religion" dipuji di&lt;br /&gt;mana-mana sebagai salah satu buku yang membantu kita memahami dengan&lt;br /&gt;simpatik agama-agama besar di dunia saat ini. Pendekatan Smith dalam&lt;br /&gt;buku itu adalah mencoba mengembangkan simpati pada semua agama, sebab&lt;br /&gt;pada intinya semua agama membawa "benih" yang sama, yakni jalan menuju&lt;br /&gt;kepada yang transenden. Semangat seperti dikembangkan Smith inilah&lt;br /&gt;yang layak dihayati oleh orang-orang yang hendak memupuk kerukunan&lt;br /&gt;antaragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa jauhnya semangat Prof. Smith ini dengan nada hampir sebagian&lt;br /&gt;besar tulisan Adian yang apologetik, curiga pada agama lain, curiga&lt;br /&gt;pada wacana pluralisme, dan tak nyaman dengan dialog antaragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik lagi adalah Adian mengutip tulisan Remi Silado yang&lt;br /&gt;mengkritik ritual natalan. Menurut Remi, tradisi Natal merupakan&lt;br /&gt;kelanjutan dari tradisi pagan dan istiadat kafir. Kita semua tahu,&lt;br /&gt;walau dikenal dengan puisi-puisi mbeling dulu pada dekade 70an, tetapi&lt;br /&gt;Remi tetaplah seorang Kristen yang taat. Dia kritis pada tradisi dalam&lt;br /&gt;Kristen sendiri, tetapi tak kehilangan komitmen pada agama itu. Kritik&lt;br /&gt;atas Natal yang diungkapkan oleh Remi ini sudah diketahui luas oleh&lt;br /&gt;kalangan Kristen sendiri. Pihak Kristen tidak kalang kabut dengan&lt;br /&gt;kritik seperti itu. Betapa bedanya semangat seperti ini dengan&lt;br /&gt;semangat tulisan-tulisan Adian selama ini yang apologetik dan defensif&lt;br /&gt;saat ada orang-orang yang mengkritik tradisi tertentu dalam Islam.&lt;br /&gt;Bisakah Adian bersikap seperti Remi Silado yang dikutipnya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos terakhir: dalam perayaan natalan, menurut Adian, terselip misi&lt;br /&gt;kristenisasi. Di sini terbuka kedok sesungguhnya yang dikenakan Adian.&lt;br /&gt;Dia sama sekali bukanlah orang yang menghayati semangat dialog&lt;br /&gt;ataragama dan tugas membangun kerukunan antaragama. Mindset Adian&lt;br /&gt;adalah selalu mencurigai agama lain sebagai agama yang akan melakukan&lt;br /&gt;ekspansi. Acara natalan dicurigainya sebagai alat untuk kristenisasi.&lt;br /&gt;Sebagai bekas pengurus DDII tentu kita tak perlu kaget dengan watak&lt;br /&gt;Adian seperti ini. Tetapi, sungguh amat kita sayangkan orang seperti&lt;br /&gt;ini diserahi tugas membina kerukunan umat beragama di Indonesia.&lt;br /&gt;Kerukunan seperti apakah yang akan lahir dari orang seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendakwahkan agama adalah tugas mulia setiap agama. Umat Islam sudah&lt;br /&gt;seharusnya mendakwahkan agamanya. Umat Kristen idem ditto. Begitu pula&lt;br /&gt;umat agama-agama lain. Asal dakwah dijalankan dengan beradab dan fair,&lt;br /&gt;tentu kita dukung. Dakwah yang menggunakan cara-cara yang curang,&lt;br /&gt;tentu kita tentang. Membujuk orang Islam agar masuk Kristen dengan&lt;br /&gt;diiming-imingi materi, misalnya, tentu kita tentang. Kalangan Krsiten&lt;br /&gt;sendiri mencela cara-cara culas seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ini semua tentu beda dengan sikap paranoid yang mencurigai&lt;br /&gt;setiap kegiatan sosial umat Kristen sebagai alat kristenisasi.&lt;br /&gt;Mencurigai acara natalan sebagai sebagai alat kristenisasi tak lain&lt;br /&gt;adalah bentuk dari paranoia. Kenapa kita tak bisa menggunakan&lt;br /&gt;pendekatan "positive thinking", bahwa acara natalan, lebaran,&lt;br /&gt;mauludan, dan sebagainya, adalah sarana untuk memupuk kerukunan dan&lt;br /&gt;solidaritas kebangsaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membina kerukunan antaragama membutuhkan positive thinking, bukan&lt;br /&gt;negative thinking seperti diperagakan oleh Wakil Ketua Komisi&lt;br /&gt;Kerukunan MUI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa 'l-Lahu a'lam bi 'l-shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-3827510537816743961?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/3827510537816743961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=3827510537816743961&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/3827510537816743961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/3827510537816743961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/12/nota-buat-adian-husaini.html' title='Nota Buat Adian Husaini'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-3538556870511970918</id><published>2007-12-27T06:58:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T07:04:55.170-08:00</updated><title type='text'>Nasr Hamid Abu Zayd: Dibuang dan Dicekal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Posted by saidiman under &lt;a href="http://wordpress.com/tag/kebebasan/" title="View all posts in Kebebasan"&gt;Kebebasan&lt;/a&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Aula pertemuan The Wahid Institute di Matraman, Jakarta Selatan, yang tak seberapa luas itu semakin tampak sempit dipenuhi oleh para aktivis, akademisi, dan kalangan wartawan। 26 November itu adalah hari dimana Prof. Nasr Hamid Abu Zaid seharusnya menyampaikan presentasi pada sebuah seminar internasional yang sedianya akan dilaksanakan di Malang, Jawa Timur. Atas undangan Abdurrahman Wahid, Abu Zaid dan beberapa tokoh lainnya menggelar konferensi pers.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cerita bermula dari sebuah pesan yang dikirim melalui &lt;i&gt;short message service &lt;/i&gt;(SMS) kepada Abu Zaid. Pesan pendek tersebut secara umum berisi permintaan kepada Abu Zaid untuk membatalkan kunjungannya ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai tokoh yang telah lama dan sering memperoleh pelbagai bentuk pencekalan, hal semacam ini tampak biasa saja. Yang membuatnya tersentak adalah bahwa hal itu terjadi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, negara berpenduduk mayoritas Islam yang selama ini dikaguminya. Suatu ketika, Abu Zaid bahkan pernah bermimpi untuk menghabiskan sisa hidupnya di negeri ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang lebih mengejutkan adalah bahwa sang pengirim SMS adalah Abdurrahman Mas’ud, Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Departemen Agama (Depag), yang juga bertindak sebagai penyelenggara acara. Abu Zaid bahkan datang ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; atas undangan lembaga negara tersebut. Abdurrahman Mas’ud, dalam SMS, menyebut bahwa dirinya telah melakukan konsultasi dengan Menteri Agama, Maftuh Basyuni, sebelum mengirimkan pesan pendek tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berita ini dengan cepat tersebar. Banyak kalangan yang mengutuk keras upaya untuk menghalangi Abu Zaid datang ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Syafi’i Anwar, &lt;st1:placename st="on"&gt;Direktur&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Indonesian&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:PlaceType&gt; for Islam and Pluralism (ICIP), menyatakan bahwa peristiwa itu akan memperburuk citra Islam dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; di luar negeri. Abdurrahman Wahid, Mantan Presiden RI, menyatakan bahwa peristiwa ini adalah bukti bahwa pemerintah sangat lemah dalam menegakkan konstitusi. Yenni Zanubah Wahid, Direktur The Wahid Institute, menyatakan “Tentu saja banyak pemikiran Zayd yang tidak sejalan dengan apa yang kita yakini, tetapi kita tidak punya hak untuk melarang dia mengemukakan pemikirannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Muhammadiyah, melalui Ketua Umumnya, Din Syamsuddin, juga menyesalkan peristiwa ini. “Kita sangat peduli dengan kasus ini. Seharusnya peristiwa semacam ini tidak terjadi,” ungkap Din (&lt;i&gt;The &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Post&lt;/i&gt;, 29/11/2007). Lebih jauh Din menyatakan “Kedatangan Abu Zayd seharusnya dijadikan sebagai sarana &lt;i&gt;tabayyun&lt;/i&gt; (klarifikasi) mengenai pemikiran keislamannya. Kita seharusnya mendudukkan persoalan semacam ini dalam sebuah forum diskusi atau debat yang lebih terbuka dan toleran.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga menyampaikan kecaman yang sama. Ketua PB NU, Masdar F. Mas’udi, menyatakan “Saya tidak berkepentingan untuk mengatakan apakah pemikiran keislaman Abu Zayd itu benar atau bid’ah (heretik)…tetapi adalah sangat tidak bijaksana untuk menaruh curiga yang berlebihan terhadap sebuah pemikiran baru yang bertentangan dengan pandangan umum” (&lt;i&gt;The &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Post&lt;/i&gt;, 29/11/2007).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Abdurrahman Mas’ud yang diwawancara oleh wartawan &lt;i&gt;Madina, &lt;/i&gt;Saidiman, melalui telepon membantah isu pencekalan Abu Zayd. “Tidak pernah ada pencekalan terhadap Abu Zayd. Istilah pencekalan dalam bahasa Inggris saja saya tidak tahu,” tegasnya. Yang terjadi, menurut dia, adalah bahwa pihak panitia memperingatkan Abu Zayd untuk membatalkan kunjungannya ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan juga mengahadiri seminar internasional di Malang karena alasan keselamatan Abu Zayd sendiri. Dalam SMS yang dikirim kepada Abu Zayd, tidak ada kata-kata pencekalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di samping itu, pihak panitia, menurut Mas’ud, khawatir acara akan terganggu dengan kehadiran Abu Zayd. “Terbukti setelah Abu Zayd batal hadir, acara berjalan lancar dan memperoleh sambutan yang sangat baik dari para peserta,” lanjut Mas’ud. Ditanya tentang apakah benar Menteri Agama yang langsung memerintahkan pembatalan, Mas’ud mengatakan bahwa pihaknya memang memperoleh masuk dari banyak kalangan, termasuk dari Menteri Agama. “Akan tetapi, panitia memiliki kewenangan sendiri untuk memutuskan dengan melihat kondisi yang ada,” imbuhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Acara yang hendak dihadiri Abu Zayd tersebut adalah seminar internasional bertajuk “Moslem Youth As Agent of Change in &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.” Seminar internasional ini tidak hanya dihadiri oleh peserta dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Brunai, Banglades, dan Indonesia sendiri, tetapi juga dari negara-negara lain seperti Prancis, Amerika Serikat, Filipina, dan lain-lain. Acara tersebut dilaksanakan atas kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departeman Agama dengan Universitas Leiden Negeri Belanda. Enam bulan sebelumnya, Abu Zayd telah dihubungi oleh panitia dan menyatakan kesediannya untuk hadir sebagai &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;nara&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sumber.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Abu Zayd adalah sosok yang sangat akrab bagi banyak pemikir Islam di Indonesia. Beberapa bukunya diterjamahkan dan dibaca secara luas di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Salah satu pemikirannya yang dianggap berbeda dengan mayoritas pemikiran lain adalah penegasannya tentang historisitas al-Qur’an. Zayd berkali-kali menegaskan bahwa ummat Islam tidak bisa naif terhadap fakta bahwa al-Qur’an diturunkan dalam masa dan bahasa tertentu. Bicara bahasa adalah bicara budaya, budaya dan bahasa pada masa tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kendati Abu Zayd tidak mengingkari otentisitas al-Qur’an yang berasal dari Tuhan, tetapi ia tidak mau membuang dimensi kemanusian al-Qur’an itu sendiri. “Saya tidak mungkin menghabis begitu banyak waktu untuk meneliti sesuatu yang tidak saya yakini otentisitasnya,” tegas Abu Zayd (&lt;i&gt;The &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Post&lt;/i&gt;, 5/12/2007). Al-Qur’an adalah sebentuk komunikasi antara Tuhan dan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Abu Zayd mengakui bahwa banyak orang yang tidak memahami upayanya ini, lalu mengatakan bahwa dirinya bukanlah seorang Muslim. Tetapi dia tidak ambil peduli. Hanya Tuhanlah yang bisa memutuskan apakah ia benar seorang Muslim atau bukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Abu Zayd sendiri, dalam konferensi pers di Wahid Institute, tampak gusar memberi penjelasan. “Kelakukan semacam ini (yang dilakukan oleh pemerintah) adalah cerminan dari fenomena umum masyarakat (&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) yang memang tidak menghargai perbedaan dan kebebasan,” tegasnya. “Saya prihatin terhadap masa depan kebebasan beragama dan demokrasi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;,” tambahnya. (&lt;b&gt;Saidiman)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-3538556870511970918?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/3538556870511970918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=3538556870511970918&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/3538556870511970918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/3538556870511970918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/12/nasr-hamid-abu-zayd-dibuang-dan-dicekal.html' title='Nasr Hamid Abu Zayd: Dibuang dan Dicekal'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-7894167579899205</id><published>2007-12-26T21:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T21:21:42.264-08:00</updated><title type='text'>Obituari Seorang Ajengan dari Cipasung (Obituari Kiai Ilyas Ruhiyat)</title><content type='html'>Oleh : Nong Darol Mahmada *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ajengan dari Cipasung Kiai Ilyas Ruhiyat telah pergi. Sosok berhati lembut, tak silau dengan kedudukan, dan konsisten dalam bersikap. &lt;br /&gt;Ia seorang ajengan—sebuah istilah Sunda untuk seorang kiai besar, penuh karisma. Ketika jenazahnya dikebumikan di kompleks pemakaman Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu pekan lalu, ribuan orang melayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Haji Ilyas Ruhiyat, 74 tahun, berpembawaan kalem, nada bicaranya datar seolah-olah tak ada yang dramatis dari hidup ini, dan—ini yang susah dilupakan—selalu ada senyum di bibirnya. Ia seperti sosok yang telah berdamai dengan hatinya, juga dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Ilyas Ruhiyat putra seorang kiai besar di Cipasung, KH Ruhiyat. Ilyas hidup di dua dunia: pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama. Di kalangan pesantren, penampilannya cukup mengejutkan. Ia menguasai isi kitab Al-Fiyah Ibnu Malik (ilmu sharaf yang dirakit dalam seribu bait syair) pada usia 15 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Ilyas Ruhiyat mempunyai hidup yang sibuk. Sejak terpilih sebagai Ketua Cabang Nahdlatul Ulama Tasikmalaya pada 1954, ia aktif dalam organisasi. Bahkan, pada 1994, ia menjabat Rais Am PB NU untuk mendampingi KH Abdurrahman Wahid hasil muktamar di Cipasung. KH Ilyas Ruhiyat dikenal berwibawa besar, tapi juga selalu memandang orang lain sebagai satu entitas yang memiliki kebebasan menentukan jalan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena itulah ia ”melanggar” kebiasaan menjodohkan anak perempuannya dengan anak lelaki kiai besar lain—bagian dari tradisi para kiai NU. Dua anak perempuannya, Ida Nurhalida dan Enung Nursaidah, kuliah di IKIP Bandung dan bersuami dari keluarga nonpesantren— kendati pada akhirnya anak-anak beserta para menantunya bahu-membahu meneruskan pengelolaan Pesantren Cipasung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Acep Zamzam Noor, anak lelakinya, lulusan Seni Rupa ITB dan memilih dunianya di luar pesantren: menjadi seniman-penyair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Ilyas Ruhiyat sangat menguasai kitab kuning, tapi seumur-umur mengembangkan ruang toleransi yang luas terhadap ”yang lain”. Di Cipasung, pesantrennya hanya dipisahkan oleh jarak 500 meter dengan kompleks permukiman Ahmadiyah. Dan sejauh ini, tak ada yang membuat hubungan dua tetangga itu bermasalah. Bahkan, ketika berlangsung muktamar NU di Cipasung, permukiman mereka dijadikan tempat menginap sebagian peserta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Ilyas Ruhiyat punya pendapat sendiri, tapi tidak berdakwah—apalagi memaksa—meluruskan akidah para penganut Ahmadiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah di Cipasung memang kemudian diserang. Tepat pada saat keluarga KH Ilyas Ruhiyat berduka melepas kepergian istri sang Kiai, Hajah Dedeh Fuadah, ke pangkuan Sang Khalik enam bulan lalu, Ahmadiyah dihantam. Ketika itu, sang Kiai juga sedang terbaring sakit. Tapi bukti-bukti menunjukkan bahwa para penyerang bukan warga Tasikmalaya dan sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Ilyas Ruhiyat berhati lembut, tapi itu tak membuatnya ragu-ragu manakala ia harus berbenturan dengan kekuatan penguasa yang luar biasa. Sejarah mencatat bagaimana Ilyas Ruhiyat tidak mau terkooptasi kekuasaan saat menjadi Rais Am PB NU mendampingi Abdurrahman Wahid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan KH Ilyas dan Gus Dur, NU bisa tetap bersikap independen meski harus menghadapi aneka rongrongan rezim Orde Baru. Pada pengujung masa jabatannya, ia menunjukkan kepribadiannya yang tidak haus kekuasaan. Kemungkinan untuk menduduki posisi rais am tetap terbuka baginya, tapi ia memilih berhenti. Ia menyerahkan posisi itu kepada KH Sahal Mahfudz dan kembali ke pesantren, dunia tempat ia mengawali semua ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Nong Darol Mahmada (Bekas santriwati Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, kini bekerja di Freedom Institute)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-7894167579899205?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/7894167579899205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=7894167579899205&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/7894167579899205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/7894167579899205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/12/obituari-seorang-ajengan-dari-cipasung.html' title='Obituari Seorang Ajengan dari Cipasung (Obituari Kiai Ilyas Ruhiyat)'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-9058662205777792135</id><published>2007-12-26T21:08:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T21:15:11.122-08:00</updated><title type='text'>Selamat Natal Menurut Al-Qur'an</title><content type='html'>Oleh : Habib Dr. M Quraish Shihab&lt;br /&gt;    Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam&lt;br /&gt;    bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau&lt;br /&gt;    mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali.&lt;br /&gt;    Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: "Ada anak&lt;br /&gt;    sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma&lt;br /&gt;    ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu.&lt;br /&gt;    Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak&lt;br /&gt;    bicara.'"&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    "Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk.&lt;br /&gt;    Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,"&lt;br /&gt;    demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di&lt;br /&gt;    gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya&lt;br /&gt;    menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang&lt;br /&gt;    bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah&lt;br /&gt;    yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta&lt;br /&gt;    mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa:&lt;br /&gt;    "Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku&lt;br /&gt;    pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari&lt;br /&gt;    ketika aku dibangkitkan hidup kembali."&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34.&lt;br /&gt;Dengan  demikian,  Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan&lt;br /&gt;selamat Natal pertama dari dan untuk  Nabi  mulia  itu,  Isa&lt;br /&gt;a.s.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terlarangkah   mengucapkan   salam   semacam  itu?  Bukankah&lt;br /&gt;Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah  ada  juga  salam&lt;br /&gt;yang  tertuju  kepada  Nuh,  Ibrahim,  Musa, Harun, keluarga&lt;br /&gt;Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus  percaya&lt;br /&gt;kepada  Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus&lt;br /&gt;percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya  adalah  hamba&lt;br /&gt;dan  utusan  Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam&lt;br /&gt;untuk. mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh&lt;br /&gt;nabi  dan  rasul.  Tidak  bolehkah kita merayakan hari lahir&lt;br /&gt;(natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi  saw.  juga  merayakan  hari&lt;br /&gt;keselamatan  Musa a.s. dari gangguan Fir'aun dengan berpuasa&lt;br /&gt;'Asyura, seraya bersabda,  "Kita  lebih  wajar  merayakannya&lt;br /&gt;daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukankah,  "Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda?"&lt;br /&gt;seperti disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat&lt;br /&gt;bersaudara?  Apa  salahnya  kita  bergembira  dan  menyambut&lt;br /&gt;kegembiraan saudara kita dalam batas  kemampuan  kita,  atau&lt;br /&gt;batas  yang  digariskan  oleh  anutan  kita?  Demikian lebih&lt;br /&gt;kurang pandangan satu pendapat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak persoalan yang berkaitan  dengan  kehidupan  Al-Masih&lt;br /&gt;yang   dijelaskan   oleh   sejarah   atau  agama  dan  telah&lt;br /&gt;disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada  juga  yang&lt;br /&gt;tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini, kita berhenti&lt;br /&gt;untuk merujuk kepercayaan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Isa a.s. datang mermbawa  kasih,  "Kasihilah  seterumu  dan&lt;br /&gt;doakan  yang  menganiayamu."  Muhammad  saw. datang membawa&lt;br /&gt;rahmat, "Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang  di  langit&lt;br /&gt;merahmatimu."  Manusia  adalah fokus ajaran keduanya; karena&lt;br /&gt;itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Isa menunjuk  dirinya  sebagai  "anak  manusia,"  sedangkan&lt;br /&gt;Muhammad  saw. diperintah:kan oleh Allah untuk berkata: "Aku&lt;br /&gt;manusia seperti kamu." Keduanya datang  membebaskan  manusia&lt;br /&gt;dari  kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan.&lt;br /&gt;Ketika orang-orang mengira bahwa  anak  Jailrus  yang  sakit&lt;br /&gt;telah   mati,   Al-Masih   yang  menyembuhkannya  meluruskan&lt;br /&gt;kekeliruan mereka dengan berkata, "Dia  tidak  mati,  tetapi&lt;br /&gt;tidur."  Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra&lt;br /&gt;Muhammad, orang berkata: "Matahari mengalami gerhana karena&lt;br /&gt;kematiannya." Muhammad saw. lalu menegur, "Matahari tidak&lt;br /&gt;mengalami gerhana karena kematian atau  kehahiran  seorang."&lt;br /&gt;Keduanya  datang membebaskan maanusia baik yang kecil, lemah&lt;br /&gt;dan tertindas -dhu'afa' dan al-mustadh'affin  dalam  istilah&lt;br /&gt;Al-Quran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan&lt;br /&gt;Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawa'&lt;br /&gt;(Kata  Sepakat)  yang  ditawarkan  Al-Quran  kepada penganut&lt;br /&gt;Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa  salahnya&lt;br /&gt;mengucapkan   selamat   natal,  selama  akidah  masih  dapat&lt;br /&gt;dipelihara dan selama ucapan itu  sejalan  dengan  apa  yang&lt;br /&gt;dimaksud  oleh  Al-Quran  sendiri  yang  telah  mengabadikan&lt;br /&gt;selamat natal itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah antara lain alasan yang  membenarkan  seorang  Muslim&lt;br /&gt;mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan&lt;br /&gt;ritual . Di sisi lain,  marilah  kita  menggunakan  kacamata&lt;br /&gt;yang melarangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agama,   sebelum   negara,   menuntut  agar  kerukunan  umat&lt;br /&gt;dipelihara. Karenanya salah,  bahkan  dosa,  bila  kerukunan&lt;br /&gt;dikorbankan  atas  nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa&lt;br /&gt;pula, bila kesucian akidah  ternodai  oleh  atau  atas  nama&lt;br /&gt;kerukunan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teks  keagamaan  yang  berkaitan dengan akidah sangat jelas,&lt;br /&gt;dan tidak juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan&lt;br /&gt;dan  kesalahpahaman. Bahkan Al-Q!uran tidak menggunakan satu&lt;br /&gt;kata yang mungkin dapat menimbulkan  kesalahpahaman,  sampai&lt;br /&gt;dapat   terjamin   bahwa   kata   atau  kalimat  itu,  tidak&lt;br /&gt;disalahpahami. Kata "Allah," misalnya, tidak digunakan  oleh&lt;br /&gt;Al-Quran,   ketika   pengertian  semantiknya  yang  dipahami&lt;br /&gt;masyarakat jahiliah belum  sesuai  dengan  yang  dikehendaki&lt;br /&gt;Islam.  Kata  yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah&lt;br /&gt;Rabbuka  (Tuhanmu,  hai  Muhammad)  Demikian  terlihat  pada&lt;br /&gt;wahlyu  pertama  hingga  surah  Al-Ikhlas.  Nabi saw. sering&lt;br /&gt;menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun&lt;br /&gt;bertanya, "Dimana Tuhan?" Tertolak riwayat sang menggunakan&lt;br /&gt;redaksi itu karena ia  menimbulkan  kesan  keberadaan  Tuhan&lt;br /&gt;pada  satu  tempat,  hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil&lt;br /&gt;pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan serupa,  para  ulama&lt;br /&gt;bangsa  kita  enggan  menggunakan  kata  "ada"  bagi Tuhan,&lt;br /&gt;tetapi "wujud Tuhan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Natalan, walaupun berkaitan  dengan  Isa  Al-Masih,  manusia&lt;br /&gt;agung  lagi  suci  itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen&lt;br /&gt;yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan&lt;br /&gt;Islam.  Nah,  mengucapkan  "Selamat Natal" atau menghadiri&lt;br /&gt;perayaannya  dapat  menimbulkan  kesalahpahaman  dan   dapat&lt;br /&gt;mengantar  kepada  pengaburan  akidah.  Ini  dapat  dipahami&lt;br /&gt;sebagai pengakuan akan ketuhanan  Al-Masih,  satu  keyakinan&lt;br /&gt;yang  secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan&lt;br /&gt;kacamata  itu,  lahir  larangan   dan   fatwa   haram   itu,&lt;br /&gt;sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat,&lt;br /&gt;aktivitas  apa  pun  yang  berkaitan  dengan   Natal   tidak&lt;br /&gt;dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluann Natal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adakah kacamata lain? Mungkin!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti  terlihat,  larangan  ini  muncul dalam rangka upaya&lt;br /&gt;memelihara akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman,&lt;br /&gt;agaknya   lebih   banyak   ditujukan   kepada   mereka  yang&lt;br /&gt;dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau demikian, jika ada&lt;br /&gt;seseorang  yang  ketika mengucapkannya tetap murni akidahnya&lt;br /&gt;atau  mengucapkannya  sesuai  dengan   kandungan   "Selamat&lt;br /&gt;Natal"   Qurani,   kemudian  mempertimbangkan  kondisi  dan&lt;br /&gt;situasi dimana hal itu diucapkan, sehingga tidak menimbulkan&lt;br /&gt;kerancuan akidah baik bagi dirinya ataupun Muslim yang lain,&lt;br /&gt;maka agaknya tidak beralasan  adanya  larangan  itu.  Adakah&lt;br /&gt;yang  berwewenang  melarang seorang membaca atau mengucapkan&lt;br /&gt;dan menghayati satu ayat Al-Quran?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam rangka interaksi  sosial  dan  keharmonisan  hubungan,&lt;br /&gt;Al-Quran  memperkenalkan  satu  bentuk redaksi, dimana lawan&lt;br /&gt;bicara   memahaminya   sesuai    dengan    pandangan    atau&lt;br /&gt;keyakinannya,   tetapi  bukan  seperti  yang  dimaksud  oleh&lt;br /&gt;pengucapnya. Karena, si  pengucap  sendiri  mengucapkan  dan&lt;br /&gt;memahami   redaksi   itu   sesuai   dengan   pandangan   dan&lt;br /&gt;keyakinannya. Salah  satu  contoh  yang  dikemukakan  adalah&lt;br /&gt;ayat-ayat   yang   tercantum  dalam  QS  34:24-25.  Kalaupun&lt;br /&gt;non-Muslim memahami ucapan "Selamat  Natal"  sesuai  dengan&lt;br /&gt;keyakinannya,  maka  biarlah  demikian,  karena  Muslim yang&lt;br /&gt;memahami akidahnya akan mengucapkannya sesuai  dengan  garis&lt;br /&gt;keyakinannya.   Memang,  kearifan  dibutuhkan  dalam  rangka&lt;br /&gt;interaksi sosial.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu,&lt;br /&gt;bila  ia ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai&lt;br /&gt;akidahnya.   Tetapi,   tidak   juga   salah   mereka    yang&lt;br /&gt;membolehkannya,  selama  pengucapnya bersikap arif bijaksana&lt;br /&gt;dan  tetap  terpelihara  akidahnya,  lebih-lebih  jika   hal&lt;br /&gt;tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dostojeivsky  (1821-1881),  pengarang Rusia kenamaan, pernah&lt;br /&gt;berimajinasi tentang kedatangan kembali  Al-Masih.  Sebagian&lt;br /&gt;umat  Islam pun percaya akan kedatangannya kembali. Terlepas&lt;br /&gt;dari penilaian terhadap imajinasi dan kepercayaan itu,  kita&lt;br /&gt;dapat  memastikan  bahwa  jika  benar beliau datang, seluruh&lt;br /&gt;umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan pada  saat&lt;br /&gt;kehadirannya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan.&lt;br /&gt;Bukan saja sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga  sikap  dan&lt;br /&gt;ucapan  umat  Muhammad  saw. Salam sejahtera semoga tercurah&lt;br /&gt;kepada beliau, pada  hari  Natalnya,  hari  wafat  dan  hari&lt;br /&gt;kebangkitannya nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-9058662205777792135?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/9058662205777792135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=9058662205777792135&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/9058662205777792135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/9058662205777792135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/12/selamat-natal-menurut-al-quran.html' title='Selamat Natal Menurut Al-Qur&apos;an'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-8249384836418587380</id><published>2007-12-21T10:34:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T06:52:45.047-08:00</updated><title type='text'>HABIB PALSU, KEJAR “NABI PALSU”</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jumat, 7 Desember 2007 Pk. 13.30 waktu &lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:City&gt;, Mesjid Al-Fadl (Mesjid Ahmadiyah) di Jl. Perintis Kemerdekaan 34 Kebon Jahe &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, di datangi Habib Abdurrahman Assegaf ALIAS ABDUL HARIS UMARELLA bin ISMAIL UMARELLA Putera TULEHU Pulau AMBON&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;ICRP info. 5 orang bersorban mendatangi halaman mesjid Al-Fadl di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan, di komandani oleh “Habib” Abdurrahman Assegaf alias Abdul Haris Umarella bin Ismail Umarella. Sementara puluhan anggotanya yang mengaku GUII tertahan oleh barisan polisi anti huru hara yang berjarak 200 meter dari lokasi Mesjid. Abdul Haris Umarella meminta ijin kepada polisi untuk mendatangi Mesjid Al-Fadl dengan alasan mau berdialog, polisi mengijinkan hanya 5 orang saja yang mewakili dan boleh memasuki wilayah Mesjid. Dengan berjalan gagah, Abdul Haris Umarella datang&lt;br /&gt;mendekati pagar Mesjid yang disambut dengan orasi Mahasiswa Ciputat yang menamakan FORMACI anti kekerasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Abdul Haris Umarella terkejut melihat pagar Mesjid terkunci dan terheran-heran atas sambutan yang diberikan oleh mahasiswa, dengan bersusah payah Abdul Haris meminta mahasiswa untuk diam dan berkali-kali menaikan tongkatnya keatas, namun tidak didengarkan oleh barisan mahasiswa, suasana menjadi sedikit tegang dan mencekam ketika salah satu korlap mahasiswa terpancing emosi, terjadilah dialog yang saling menuding. Abdul Haris Umarella menuduh mahasisa adalah antek-antek JIL, dengan spontan dan lantang mahasiswa mengaku “Ya! saya aktivis JIL” langsung disambut ejekan sambil tertawa terbahak-bahak Haris CS. (rekaman tersedia)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selama 30 menit, Haris CS di depan pintu pagar Mesjid, sempat pula Haris CS menginjak-injak Buku (yang mereka meng-infokan adalah kitab yang di imani oleh Jemaat Ahmadiyah) yang sebenarnya Kitab tersebut adalah kumpulan cerita dan mimpi dari Mirza Ghulam Ahmad. Namun para Jemaat Ahmadiyah yang sebagian berada di dalam Mesjid, tidak terpancing, bahkan menertawakan aksi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ini kali ke 2 Abdul Haris Umarella tidak berhasil untuk menutup dan merusak Mesjid Ahmadiyah, sebelumnya terjadi di Jl. Balik Papan I No. 10 pada tanggal 23 Nopember 2007 yang lalu. Kekecewaan Abdul Haris semakin bertambah ketika seorang Jemaat Ahmadiyah menyebut dengan lantang nama ASLInya “Abdul Haris Umarella…. umarellla. …umarella. ..” dengan melunak Haris bertanya “Bapak dari mana?” di Jawab “Saya?….Ahmadiyah ” “oh…..bapak Ahmadiyah?” Lalu Haris kembali bicara “mana nich orang Ahmadiyah, saya datang untuk berdialog… .kok pagar dikunci, ini apa ini, saya datang kesini untuk mengajak bertaubat, tidak ada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, selain itu PALSU, kami mengejar nabi palsu…?” sambil terbengong-bengong tangannya memegang pagar besi Mesjid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diiringi rintikan hujan, Abdul Haris Umarella akhirnya pergi dengan kekesalan dan kekecewaan, kembali bergabung dengan anggotanya yang terdiri dari anak-anak usia 13 tahun keatas. Sempat melakukan orasi dan kembali berputar disekitar Mesjid dengan kendaraannya Opel Blazer(kendaraan yang sama yang dia gunakan saat mendatangi Mesjid Al-Hidayah di Jl. Balik Papan I) dengan meneriakkan nama Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Abdul Haris Umarella meninggalka mesjid disambut rintikan air hujan, alam sepertinya memahami bisikan hatinya, bersedih karena malu identitasnya diketahui, marah karena misinya yang ke 2 kalinya gagal. Kali ini Haris berhadapan dengan sekelompok mahasiswa yang mendukung kebebasan beragama dan berkeyakinan, menolak kekerasan dan itimidasi dan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aneh sekali, nama Tuhan di kumandangkan untuk melakukan tindak kekerasan??? ?…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salam,&lt;br /&gt;Ilma (ICRP)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-8249384836418587380?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/8249384836418587380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=8249384836418587380&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/8249384836418587380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/8249384836418587380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/12/habib-palsu-kejar-nabi-palsu.html' title='HABIB PALSU, KEJAR “NABI PALSU”'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-341840567150343204</id><published>2007-12-21T10:23:00.000-08:00</published><updated>2007-12-21T10:27:23.005-08:00</updated><title type='text'>Situasi Kuningan Mencekam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Selasa, 18 Desember 2007 | 14:32 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Kuningan: Situasi Kabupaten &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1198261169_1"&gt;Kuningan, Jawa Barat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mencekam setelah terjadi bentrokan antara aparat dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; organisasi&lt;br /&gt;keagamaan yang ingin menyerbut masjid dan jemaah Ahmadiyah di&lt;br /&gt;Manislor, Kuningan pada Selasa (18/12) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 rumah milik jemaah Ahmadiyah Manislor rusak diamuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;br /&gt;Satu masjid milik jemaah ini yang diincar sejak tadi pagi juga ikut&lt;br /&gt;dirusak. Dalam kejadian ini tiga orang terluka, satu di antaranya&lt;br /&gt;dikabarkan terluka akibat tertusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka tidak puas karena bupati Kuningan hanya menutup tiga masjid&lt;br /&gt;milik Ahmadiyah," kata Kulman, anggota jemaah Ahmadiyah Manislor&lt;br /&gt;berusia 66 tahun. &lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:City&gt; yang mengatasnamakan agama ini ingin &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;br /&gt;masjid milik jemaah Ahmadiyah ditutup. Aktifitas para jemaah juga&lt;br /&gt;dilarang di Kuningan. ivansyah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-341840567150343204?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/341840567150343204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=341840567150343204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/341840567150343204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/341840567150343204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/12/situasi-kuningan-mencekam.html' title='Situasi Kuningan Mencekam'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-2023905213293531405</id><published>2007-11-26T08:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-26T08:16:38.136-08:00</updated><title type='text'>KH. Nahduddin Abbas Menghadiri Halal Bihalal Alumni Buntet</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh: &lt;a href="mailto:%20redaksi@buntetpesantren.com"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; buntetpesantren.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Forum Silaturahmi Alumni Buntet Pesantren Cirebon (Forsila) se-Jabodetabek mengadakan acara halal bihalal, Ahad, 25 November 2007, bertempat di Aula PMII Ciputat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. KH. Nahdluddin Abbas (72 th) berkenan hadir sebagai tamu khusus untuk memberikan tausiah dan sekaligus berdialog dengan para alumni sejabodetabek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-136"&gt;&lt;/span&gt;Kami sangat senang sekali beliau bisa menghadiri acara ini, sehingga kami bisa bertatap muka langsung dan dapat berdialog dengan sesepuh yang baru. Ujar Zaim Nugroho, salah satu pengurus Forsila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Forsila sendiri adalah sebuah forum alumni Pondok Buntet Pesantren yang berada di UIN Syarif Hidayatullah. Anggotanya adalah para mahasiswa yang berada di Jabodetabek dan bermarkas di komplek UIN Jakarta. Pada tahun ini mengadakan acara halal bihalal sekaligus menandatangani komitmen bersama antara alumni Pondok Buntet Pesantren dengan BUntet sebagai lembaga, dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah, sebagai langkah awal mempersatukan komitment.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aktivitas Forsila dalam berbagai kesempatan sering bertemu baik dalam kajian-kajian ilmiyah maupun aktivitas sosial lainnya. Hal ini merupakan komitment forsila sebagai wadah para calon generasi santri yang akan terjun di masyarakat. Ujarnya menambahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya dan para orang tua siapaun mengharapkan agar generasi muda apalagi dari POndok Buntet Pesantren agar terus memompa semangat untuk belajar lebih giat lagi terutama yang masih menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi.” kata Kyai yang murah senyum memberi semangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Syukur jika pendidikan itu bisa ditempuh hingga mencapai gelar master. Sebab menurut beliau, tantangan ke depan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; membutuhkan generasi yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Ujar beliau dalam sesi ceramhanya. Kendala yang biasanya dihadapi oleh para mahasiswa adalah kelangkaan biaya. Maka hal ini jangan dirisaukan. JIka saja terus belajar maka banyak program beasiswa menawarkan. Misalnya dari Inggris banyak perguruan tinggi memberikan beasiswa untuk kuliah di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Tambahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Putra keempat KH. Abbas yang telah lama tinggal di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;London&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dan kini sudah pensiun ini merasa senang sekali bisa menghadiri acara ini. Dengan dimikian maka ada harapan kedepan di benak anak-anak muda ini untuk terus berjuang dalam menyongsong masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beliau pun tidak lupa berpesan agar komitmen dalam akhlaqul karimah agar terus menerus dijaga dalam setiap aktivitas. Sebab buat apa pendidikan tinggi dicapai jika di kemudian hari tidak mampu menampilkan akhlak yang baik. BUkankah Nabi Muhammad Saw diutus salah satu intinya adalah komitmen untuk menegakkan akhlaqul karimah. Ujar beliau mengahiri ceramahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Zaim Nugroho, salah satu pengurus Forsila merasa bersyukur bisa bertemu beliau dalam kapasitsanya sebagai sesepuh Buntet Pesantren. Sehingga kami para alumni baik yang masih kuliah maupun yang telah berkiprah di masyarakat dapat bertemu dan bidialog dengan beliau. Harapan kedepan, Jalinan silaturahmi antara alumni dengan Buntet Pesantren bisa diintensifkan sehingga memberikan sinergi untuk bersama-sama mengamban visi pendidikan pesantren di Indoensia. (MK)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-2023905213293531405?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/2023905213293531405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=2023905213293531405&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/2023905213293531405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/2023905213293531405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/11/kh-nahduddin-abbas-menghadiri-halal.html' title='KH. Nahduddin Abbas Menghadiri Halal Bihalal Alumni Buntet'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-1260902968015654793</id><published>2007-11-23T02:38:00.000-08:00</published><updated>2007-11-23T02:41:57.209-08:00</updated><title type='text'>Merawat Warisan Pluralisme KH. Abdullah Abbas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh : M Zaim Nugroho*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini kita dikagetkan oleh sebuah peristiwa duka dengan wafatnya KH. Abdullah Abbas, tokoh yang menurut Masdar Farid Masudi sebagai penyagga NU. Kita semua bersedih dan berduka atas mangkatnya beliau, karena beliau adalah panutan dan sandaran warga nahdhiyin di seluruh pelosok negeri ini.KH Abdullah Abbas adalah seorang tokoh yang sangat tawadhu dan rendah hati, beliau tidak pernah membedakan tamu tamunya, entah itu dari golongan pejabat atau tukang beca, bahkan beliau tidak pernah memebeda bedakan tamunya darimana agamanya berasal. beliau adalah sosok yang banyak dikagumi banyak orang. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita sering beranggapan bahwa pluralisme adalah sesuatu kata yang bukan berasal dari kosakata kita, kata itu seolah adalah kata dari barat yang harus kita tolak dan kita jauhi samapai samapai MUI mengeluarkan fatwa yang melarang ajaran Pluralisme sebagai sebuah ajaran, padahal Pluralisme adalah keberagaman dari tiap tiap individu atau kelompok.keberagaman itu adalah merupakan fitrah dari Allah. Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak bisa kita elakan dari alam dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. Abdullah Abbas merupakan sosok yang pluralis, sosok kyai yang jarang sekali ditemui didunia pesantren, beliau merupakan kyai yang yang sangat memperjuangkan nilai nilai pluralis,dan bagi beliau pluralis sejalan dengan ajaran agama Islam. terbukti beliau sangat menghormati kaum minoritas seperti etis Cina dan kelompok Lia Aminudin (komunitas Lia Eden). Lebih jauh beliau pernah melakukan doa bersama dengan kelompok Lia Eden untuk keselamatan bangsa &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1195813857_0"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bom &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1195813857_1"&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; II menggetarkan dan meluluhlantahkan pulau dewata, beliau tidak segan untuk pergi ke &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1195813857_2"&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan para korban bersama pemuka agama agama lain. Beliau juga mengutuk keras peristiwa laknat itu dan mengatakan bahwa peristiwa peledakan bom &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1195813857_3"&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; tersebut bukan merupakan ajaran Islam dan Islam sama sekalai tidak mengajarkan ummatnya untuk berbuat seperti itu. Karena ajaran islam adalah ajaran yang rahmatan lil alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat seperti itulah yang mungkin jarang sekali ditemui oleh sosok ulama sekarang, dan dengan sikap itu pulalah orang sangat mengagumi sosok beliau, beliau adalah tempat wewadul umat manusia dari tukang beca samapai Menteri, dari para pengangguran samapai para konglomerat, dari kaum mayoritas sampai kaum minorotas. sosok beliau adalah pengayom bagi umat manusia, beliau tidak pernah melihat manusia sebagai oposisi biner, beliau justru memandang manusia sebagai subjek yang utuh untuk dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai umat manusia sangat kehilangan sosok pengayom seperti beliau, ditengah makin maraknya isu syariat Islam dan “pendongkelan” pancasila oleh kelompok fundamental yang ingin mengantikanya dengan islam sebagai ideologi dan beberapa kekerasan yang mengatasnamakan Agama kita justru kehilangan sosok beliau. Sosok beliau adalah sosok yang memandang bahwa islam merupakan sebuah jalan hidup untuk diamalkan bukan untuk diperjuangkan sebagai ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Abdullah Abbas adalah mursyid Thariqoh Syathoriyah yang sangat tawadhu, sangat rendah hati beliau itu merupakan modal dasar bagi beliau untuk menunjukan bahwa islam merupakan sebuah jalan bagi umat manusia untuk samapai kepada Tuhanya, maka tidak heran jika ada yang menyebut bahwa beliau adalah tokoh penyagga NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Abdullah Abbas kini telah tiada, beliau kini tidak lagi bersama kita, tapi semangat beliau akan tetap ada bersama kita yaitu semangat menjaga persatuan dan keberagaman dalam bingkai Islam Indonesia yang sangat menghormati keberagaman. Mari kita jaga warisan serta amalan yang terbesar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Penulis adalah pegiat di Forum Mahasiswa Ciputat (FORMACI) dan aktivis Jaringan Islam Kampus (JARIK)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-1260902968015654793?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/1260902968015654793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=1260902968015654793&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/1260902968015654793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/1260902968015654793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/11/merawat-warisan-pluralisme-kh-abdullah.html' title='Merawat Warisan Pluralisme KH. Abdullah Abbas'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-7409122159834310455</id><published>2007-11-23T02:20:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T06:32:57.459-08:00</updated><title type='text'>MENDIAGNOSA KEKERASAN MASSA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Oleh : M. &lt;st1:middlename st="on"&gt;Zaim&lt;/st1:middlename&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Nugroho&lt;/st1:Sn&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Belum lama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita beranjak dari bulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ramadhan, bulan yang penuh kasih sayang dimana kita sebagai umat manusia dituntut untuk memanifestasikan rasa kasih sayang itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk peduli dan saling menghormati terhadap sesama umat manusia, kekerasan Massa yang belum lama ini di Poso, yang menimbulkan korban adalah sebuah kekerasan Massa yang terjadi akibat konflik ditimbulkan atas nama Agama, Agama yang sejatinya dituntut untuk membawa umat manusia menjadi pengayom bagi kehidupan manusia dirusak karena masalah fanatisme sempit dan buta, mereka menggap kelompok lain sebagai sesuatu yang layak untuk dimusnahkan. Untuk itu pulalah saya akan sedikit mendiagnosa kekerasan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Massa&lt;/st2:City&gt;&lt;/st2:place&gt; dalam sudut pandang Ilmiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Di dalam bukunya memahami negatifitas “ diskursus tentang Massa, Teror, dan Trauma, F.Budi Hardiman mempertanyakan Mengapa manusia melakukan kekerasan kepada sesamanya? Pertanyaan itu akan muncul karena timbul keheranan dari diri kita. Keheranan adalah sebuah persaan yang timbul dari diri kita ketika menghadapi sesuatu yang tidak lazim. Bayangkan bila di dalam masyarakat kita kekerasan dianggap sesuatu yang lazim. Pasti tak ada keheranan yang muncul atasnya, akal pun tertidur dan secara bersamaan dengan itu kekerasan tidak pernah dipersoalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kekerasan massa seperti kerusuhan ,huru hara, pengeroyokan, penjarahan, pembantaian, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pemberontakan, revolusi dan seterusnya meruapakan fenomena yang sangat diminati tidak hanya oleh para politikus, melainkan juga para sejarawan, sosiolog, filusuf, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;psikolog, sastrawan dan kritikus kebudayaan. Kekerasan sering meletus dalam sejarah umat manusia. Pemberontakan budak dizaman Romawi kuno, peralawanan rakyat Prancis melawan Raja Lois ke IV adalah peristiwa kekerasan &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; yang dicatat didalam sejarah dunia. Kekerasan memang tidak hanaya terajadi di dunia Eropa, tetapi sering juga terjadi di Dunia ke tiaga. Indonesia adalah salah satu contoh negara yang mempunyai tradisi kekerasan massa yang cukup rutin .Pembunuhan masal di tahun 60-an terhadap anggota PKI, tragedi Priok dan masih basah dalam ingatan bayak orang kerusuhan yang berbau SARA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada tanggal 13-14 mei 1998 belum juga kekerasan yang terjadi di Sampit dan masih banyak kekerasan lainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Yang jadi persoalan bagi kita adalah mengapa gempa sosial itu bisa terjadi? bagaimana kita bisa menerangkan kondisi kondisi kekerasan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; semacam itu untuk menemukan “ struktur struktur “ tertentu dari peristiwa yang tampaknya tak tersruktur itu.? Untuk itu saya akan mengutip beberapa pandangan para tokoh yang menyumbangkan teori teorinya tentang kekerasan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Massa&lt;/st2:City&gt;&lt;/st2:place&gt; yang begitu destruktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;“ &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Massa&lt;/st2:City&gt;&lt;/st2:place&gt; “ istilah ini banayak digunakan dalam banyak arti dan sering tidak tepat karena mengacu pada berbagai fenomena. Dalam ranah ini saya hanya akan mengungkapkan istilah “&lt;st2:city st="on"&gt;massa&lt;/st2:City&gt;” yang berarti &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; yang tidak mengindahkan norma norma sosial yang berlaku sehari hari. Massa yang berkaitan hanya pada situasi khusus yang sifatnya Abnormal .Gustave le Bone ,bapak psikologi massa, mengatakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahwa massa itu bodoh, mudah diprovokasi, bersifat rasistits atau singkat kata irrasoanal. &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; menurutnya terkungkung dalam batas batas ketidak sadaran, tunduk pada segala pengaruh, mudah diombang ambing oleh emosi dan mudah percaya. Di dalam &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; individu individu yang berbeda memiliki ” dorongan -dorangan, nafsu-nafsu dan perasaan-perasaan yang sangat mirip “ dan bertingkah laku sama. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Sigmund&lt;/st1:GivenName&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Freud&lt;/st1:Sn&gt;&lt;/st2:PersonName&gt; ( bapak psikoanalisa ) juga mengatakan situasi &lt;st2:city st="on"&gt;massa&lt;/st2:City&gt; adalah “ regresi ke aktiviatas psikis yang primitif…bangakitnya kembali gerobolan purba dalam diri kita,” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;teori –tori itu mungkin akan berlainan dengan apa yang dikatakan toori Marxis yang lebih melihat &lt;st2:city st="on"&gt;massa&lt;/st2:City&gt; sebagai sebuah &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; yang sadar kelas. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Teori&lt;/st1:GivenName&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Marxis&lt;/st1:Sn&gt;&lt;/st2:PersonName&gt; tidak memandang fenomena &lt;st2:city st="on"&gt;massa&lt;/st2:City&gt; sebagai ledakan emosi atau pelampiasan naluri naluri biadab,karena aksi &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; yang revolusioner berasal dari konflik kepentingan kelas kelas atau ketidak samaan struktural. Artinya mereka peserta aksi &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; tidak bertindak melulu karena emosi, melainkan “strategis” :mereka mengikuti kepentingan-kepentingan kelas mereka yang bersifat objektif. Atau dengan kata lain aksi &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;massa&lt;/st2:City&gt;&lt;/st2:place&gt; mereka bersifat rasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Manusia yang ikut serta dalam aksi &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;massa&lt;/st2:City&gt;&lt;/st2:place&gt; tidak melulu digerakan oleh kemarahan, frustasi, agresi, kebencian atau ketidakpuasan seperti binatang buas yang lapar. Mereka juga tidak murni mengikuti orientasi strategis yang melekat pada kepentingan kepentingan mereka. Aksi &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; bukanlah “ prilaku kolektif ” , juga bukan “ akibat logis “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari mekanisme struktural. Menurut teori tindakan kolektif misalnya yang mendekati akis &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; sebagai ” tindakan”. Disini perilaku dibedakan secara tegas dari tindakan : perilaku berkenaan dengan spontanitas naluriah, sementara tindakan menyangkut kesadaran manusiawi. Dalam keadaan keadaan tertentu orang berkumpul dan bertindak bersama diluar kerangka institusional itu untuk mengubah sesuatu yang secara individual tak bisa mereka lakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dari teori teori diatas dapat dilihat kekerasan massa seperti kerusuhan, penjaharan, konflik etnis, agama dan sebagainya adalah prilaku yang sama sekali irrasional, yang tidak mencerminkan rasa kemanusian, dalam ranah moderen sekarang konflik itu terus terjadi bahkan kalu dibiarkan akan semakin menjadi seiring dengan rasa dendam dan rasa akan diri dan kelompok yang merasa paling benar terus terpelihara, krisis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;identitas itu juga akan semakin tumbuh seiring dengan rasa ego akan diri yang juga bisa meletus sewaktu waktu menjadi kekerasan massa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam tulisan ini juga saya ingin mengatakan dalam diskursus epistemologi kekerasan &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;massa&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:City&gt; dipandang sebagai sesuatu yang tidak hanya regresi atau amarah suatu kelompok belaka tetapi lebih jauh lagi merupakan sebuah kekacauan dan ketidakstabilan norma norma sosial, dimana sebuah tatanan didobrak secara paksa dengan alasan dendam atau dengan sengaja ingin menghancurkan tatanan sosial tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;*Penulis adalah masasiswa UIN Syarif hidayatullah, &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Bergiat&lt;/st1:GivenName&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;&lt;st1:sn st="on"&gt;di    FORMACI&lt;/st1:Sn&gt;.&lt;/st1:Sn&gt;&lt;/st2:PersonName&gt;(Forum Mahasiswa Ciputat) dan Aktifis JARIK (Jaringan Islam Kampis) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;**tulisan ini dibuat sekitar tahun lalu ketika tragedi di Tanah runto, Poso bergolak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-7409122159834310455?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/7409122159834310455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=7409122159834310455&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/7409122159834310455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/7409122159834310455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/11/mendioagnosa-kekerasan-massa.html' title='MENDIAGNOSA KEKERASAN MASSA'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-8203682082996878464</id><published>2007-06-17T01:43:00.000-07:00</published><updated>2007-06-17T02:00:49.239-07:00</updated><title type='text'>Pancasila</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="IN"&gt;Merawat Pancasila dari Tangan jahil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh : M Zaim Nugroho*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Belum lama ini kita telah melewati hari kelahiran Pancasila,  Kelahiran yang dibidani &lt;span id="lw_1181466031_0"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1182070685_3"&gt;Sukarno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ini menjadi tonggak ideologi bangsa &lt;span id="lw_1181466031_1"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1182070685_4"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dalam menemu-ciptakan sebuah tatanan bangsa yang adil, sejatra serta berketuhanan. Sebuah Ideologi yang tidak ada duanya di dunia ini, dimana konsep ketuhanan menjadi spirit dalam dasar negara tetapi mensicayakan pemisahan antara wilayah agama dan negara. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pancasila, kata Alamsyah Ratu Perwira Negara merupakan hadiah terbesar ummat Islam kepada bangsa &lt;span id="lw_1181466031_2"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1182070685_5"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span id="lw_1181466031_3"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1182070685_6"&gt;tampa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; hadiah itu, &lt;span id="lw_1181466031_4"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1182070685_7"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; tidak seperti yang kita kenal sekarang. Ia mungkin menjadi negara Teokrasi yang bedasarkan salah satu agama tertentu saja. &lt;span id="lw_1181466031_5"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1182070685_8"&gt;Kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; juga patut besyukur atas “hadiah” itu dimana para kalangan Islam waktu itu bukan saja menerima tawaran &lt;span id="lw_1181466031_6"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1182070685_9"&gt;Sukarno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; tetapi juga mengubah urutan Pancasila dan, terutama, menambahkan “Yang Maha Esa” dalam sila Ketuhanan serta menarik frase kunci “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seiring waktu berjalan dan pergantian Rezim antara Orde Lama kepada Orde Baru memulai babak baru dalam Ideologi Pancasila. Orde baru memonopoli penafsiran Pancasila melalui indoktrinasi kepada seluruh warga negara dengan segala profesi dan usia serta pendidikan dengan penataran P4. pada massa ini Pancasila diubah menjadi pisau bermata seribu yang dihunus penguasa untuk menikam siapa saja yang divonis melanggarnya, termasuk didalamnya adalah gerakan Islam Radikal seperti tragedi Tanjung Priyuk dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pancasila pada era reformasi  diuji kembali kesaktianya setelah sekian lama dijadikan alat penguasa untuk melawan para pengkritiknya, dan, ketika pintu keterbukaan mulai di buka dan kebebasan yang dulu tersumbat kini mulai terkikis bersama derasnya desakan Reformasi yang  membawa angin segar, angin segar yang memungkinkan siapa saja  atau golongan apa saja untuk berekspresi maupun berserikat dan berpendapat yang didalamnya juga muncul gerakan yang dulu direpresi oleh pemerintah Orde Baru contoh saja gerakan Islam Radikal seperti  MMI (&lt;i&gt;majelis Mujahidin Islam&lt;/i&gt;) atau gerakan yang di impor dari Luar Negri semisal HTI (&lt;i&gt;hizbut Tahrir Indonesia&lt;/i&gt;) yang jelas jelas ingin merubah Pancasila dan digantikan dengan Islam sebagai Idelogi Bangsa&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pancasila kini mulai di usik oleh tangan tangan jahil karena berbagai macam alasan,  para penentangnya kini mengajukan konsep tandingan dan melancarkan tindakan tindakan anarkis yang akan merobek perekat bangsa. Perda Syariah yang mengandung bias Agama seakan tak bisa kita biarkan begitu saja, ditambah lagi beberapa tahun yang lalu dimana marak sekali penyerangan terhadap kelompok agama minoritas seakan menambah daftar panjang kekerasan terhadap agama yang sebenarnya dijamin oleh Pancasia dan Undang Undang dasar negara&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perawatan pancasila pada era reformasi ini membutuhkan ekstra tenaga yang kuat dikarenakan demokrasi yang mengharuskan kita untuk lebih terbuka dan toleran, ditambah lagi gerakan gerakan yang dengan sengaja dan terbuka ingin mengganti Ideologi bangsa dengan yang lain. Perawatan pancasila itu penting karena hanya dengan ideologi pancasilalah yang bisa menjadi perekat bangsa. Kebinekaan kita dalam lanskap kesatuan dan persatuan bangsa merupakan modal dasar dalam mewujudkan kesejatraan yang berketuhanan dimasa depan dengan mengedepankan prinsip prisip toleransi dan kebebasan yang bertanggung jawab. Disamping itu juga Pancasila adalah idelogi terbuka, dimana Pemerintah hanya salah satu, bukan satu satunya penafsir. Dengan bebas tafsir itu semua peserta memperkaya Pancasila dan membuka kemungkinan kemuingkinan baru yang bergerak sama dinamismenya dengan perkembangan masayarakat sendiri.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Peranan Pancasila kembali di pertanyakan oleh beberapa kalangan semisal dalam tulisan Azumardi Azra bebrarapa tahun lalu di berbagai media, baginya, Pancasila mesti dipikir ulang dan sudah selayaknya di revitalisasi seirng alam demokrasi yang kian terbuka, meskipun pada dasarnya Azra tidak menginkan pergantaian Ideologi pancasila dengan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Merawat Pancasila  juga bukan pekerjaan yang mudah, sebab Pancasila adalah ideologi terbuka yang bisa ditafsirkan oleh siapa saja, berbeda denga era sebelumnya dimana Orde baru memonopoli Tafsir atas Pancasila. Di era ini Pancasila menjadi  pasar tafsir dimana Agama diharapkan sekali sumbanganya,  sebagaimana yang terjadi pada saat kelahiran Pancasila sebagai dasar Negara. Mereka semua bisa menyumbangkan ajaran Agama masing masing sebagai nilai, bukan sebagai hukum. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penulis adalah Mahasiswa UIN JKT, pegiat di Forum Mahasiswa Ciputat (FORMACI) dan Aktivis Jaringan Islam Kampus (JARIK)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-8203682082996878464?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/8203682082996878464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=8203682082996878464&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/8203682082996878464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/8203682082996878464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/06/pancasila_17.html' title='Pancasila'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7475337283832149578.post-7898479077904012485</id><published>2007-06-14T00:36:00.000-07:00</published><updated>2007-06-14T00:37:22.854-07:00</updated><title type='text'>Pesantren</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="IN"&gt;Pesantren Diantara Himpitan Globalisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;Oleh : M.Zaim Nugroho*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Globalisasi dan Modernisasi adalah dua sisi dari satu mata uang, Ia juga menawarkan sebuah pilihan yang ambivalen, satu sisi berakah kalau mamang kita siap, dan mungkin juga membawa petaka kalau kita gagap. Globalisasi juga menawarkan berbagai mancam pilihan bisa menguntungkan juga membahayakan. Sebab didalam globalisasi terjadi kompetisi, bukan hanya yang kuat dengan yang kuat saja yang berkopetensi tetapi juga yang kuat dan yang lemah dituntut pula berkopetensi.Globalisasi adalah sebuah keniscayaan yang nyata yang mau tak mau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan kita hadapi bersama, Ia tak terelakkan (inevitable). Globalisasi pun mewarkan sejuata mimpi, harapan, serta kemudahan dalam mengakses informasi. Apa dan bagaimana Globalisasi bisa tercipta tercipta dan bagaima nasib pesantren di era globalisasi ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Globalisasi lebih dari sekadar lonjakan volume lalu lintas ekspor dan impor. Ia menyangkut perubahan mendalam pada cara mengalami hidup. Sebagaimana komunikasi Jakarta-Cirebon kini bisa dilakukan dalam sekejap, begitu pula komunikasi antara Makkah-Jakarta tidak lagi membutuhkan waktu berbulan. Dan itu terjadi pada migrasi, transportasi, media, perdagangan, dan sebagainya. Maka dunia tidak lagi sunyi karena jarak waktu ruang, tetapi riuh rendah dengan lalu lintas pertukaran barang, gagasan, perasaan, sampai perkara-perkara maya (virtual). Sebagai arena tindakan, dunia kian menjadi satu unit. Sebagai rentang wawasan, dunia kian menjadi satu arena.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pesantren adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cara didik yang mengkhususkan dalam hal agama dan masih melestarikan tradisi lokal,(dalam tulisan ini yang saya maksud adalah pesantren salaf).&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Dalam era globalisasi ini sejuta kemudahan tercipta, seakan akan kita tidak perlu lagi duduk dan mengaji kitab kuning sambil mendengarkan Kyai berujar, tapi cukup mendownload di Internet (atau sudah dalam bentuk program CD yang bisa diakses lewat komputer) maka Kitab yang kita inginkan akan segera muncul beserta terjemahanya dengan lengkap. apalagi kalau yang kita akses adalah kitab Tafsir maka cukup dengan menuliskan ayat apa yang kita maksud maka munculah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ayat itu lengkap dengan terjemahan dan tafsir dari para Ulama dahulu sampai Ulama kontemporer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memang dalam tradisi salaf ada istilah ngalap berkah, atau mencari sanad, tapi di era globalisasi ini apakah tradisi ini masih tetap bisa di pertahankan? Mungkin orang modern akan berkata bukankan itu akan memerlukan banyak waktu dan dinggap tidak efisien? Dalam analisis Weber misalnya, salah satu cara pandang masyrakat moderen adalah cara pandang Instrumental, artinya tindakan individu melulu menggunakan untung rugi, efisiensi, atau lebih memikirkan tujuan dari pada cara yang didapat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalau kita melihat realitas di perkotaan menjadi santri kini tidak harus diidentikkan dengan sarung dan mengaji di langgar saja. Sekedar contoh, para santri Pesantren Darunnajah di Ulujami Jakarta Selatan ternyata telah akrab dengan e-mail karena di dalam pesantren tersebut ada sebuah warnet yang dipergunakan bergantian antara santri pria dan wanita. Ada pula pesantren Annida di Bekasi, yang memang telah benar-benar memberikan materi pendidikan e-mail dan Internet kepada para santri-santrinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalau itu semua terjadi mungkinkah pesantren salaf akan tetap eksis diantara himpitan modernitas yang tentu saja melahirkan pikikiran yang lebih mementingkan tujuan dari pada cara tersebut.Memang analogi yang saya tawarkan cenderung mengkongklusikan antara realitas perkotan dan pesantren yang ada di pedesaan. Tapi sampai kapan kita berdiam diri dan acuh terhadap permasalahan modernisasi yang sebentar lagi akan memasuki rumah dan pikiran kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebuah momentum globalisasi telah didentumkan oleh negara dunia pertama,yang ini jelas akan memepengaruhi sendi sendi kehidupan keberagaman kita dimana akses informasi yang begitu cepat akan sedikit demi sedikit merubah konstruksi paradigma kita dan lambat laun akan digantikan oleh paradigma baru, pesantren yang ghalibnya merupakan palang pintu pelestarian tradisi akan segera diuji kekokohanya oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang namanya globalsasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ada baiknya kalau pesantren bijak menghadapi masalah ini, kalau pesantren serta merta menolak globalisasi dengan melestarikan kostruksi lama dan tidak mau melihat sesuatu yang baru sangat jelas ini akan merugikan pesantren di kemudian hari, karena orang moderen sebagai mana saya sebutkan diatas lebih memenitingkan nilai nilai instrumental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Meninggalkan tradisi dan konstruksi lama bagi pesantren juga menurut saya keliru,solah olah kita melupakan identitas kita dan sejarah kita yang tentu juga kaya akan makna dan simbol simbol luhur dan sangat tidak bijak juga kalau mengatakan sesuatu yang lama &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu buruk,kolot,ketinggalan zaman dan sebagainya. Menurut saya, pesantren akan lebih bijak kalau pesantren menggunakan kaidah Ushul Fiqih ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;A&lt;i&gt;l muhafadhotu alaa qodimi shalih wal akhdu bi jadidil ashlah.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;melestarikan nilai nilai lama yang baik dan menggali nilai nilai baru yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Wallahu a’lam......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;*. &lt;i style=""&gt;Penulis adalah Alumni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pondok Buntet pesatren,Mahasiswa UIN Syarif hidayatullah jakarta, bergiat di Forum Mahasiswa Ciputat (&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;FORMACI&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;) dan aktivis Jaringan Islam Kampus (&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;JARIK&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7475337283832149578-7898479077904012485?l=zaimnugroho.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/feeds/7898479077904012485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7475337283832149578&amp;postID=7898479077904012485&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/7898479077904012485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7475337283832149578/posts/default/7898479077904012485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zaimnugroho.blogspot.com/2007/06/pesantren.html' title='Pesantren'/><author><name>zaim nugroho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16874409925753561596</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
